Resensi Novel Death Song

Tengku Nayla  (39) 

XI MIPA 2 

Resensi Novel Death Song 


  • Identitas Novel 

Judul Buku : Death Song 

Penulis : Sarah Ann

Penerbit : DAR! Mizan

Tahun Terbit : 2016

Jumlah Halaman : 167 Halaman

  • Pendahuluan 

Novel berjudul Death Song ini adalah karya Sarah Ann. Ia adalah seorang mahasiswi dan juga seorang penulis novel. Buku nya yang sudah terbit yaitu Julia dan Daun Ginko, Claudia VS Nadia, Ghost School Days: Para Penunggu Sungai, Fantasteen: Death Song, Fantasteen: Deadly Call, Fantasteen: Haunted Room, Fantasteen: Paranormal Angel, Fantasteen: The Doll, Fantasteen: The Lost Man serta Fantasteen: Ghost in Summer. Bisa dikatakan, Sarah Ann adalah penulis yang terkarantina dalam nama Ujian Nasional dan teman-temannya sehingga ia harus ekstra mengatur dan membagi waktu untuk kegiatan-kegiatan nya. Sarah Ann kerap menyukai menulis novel ber genre horror. Bisa dilihat dari karya karya nya, mayoritas novel yang ia tulis ber genre horror, termasuk novel yang berjudul Death Song ini. Tak hanya itu, ia juga menyukai film film yang ber genre horror. 

  • Isi Resensi 

Novel ini menceritakan tentang misterius dibalik banyak kejadian yang menimpa para siswa SMP Kartika. Bermula dari datangnya siswa baru yang bernama Violet. Violet adalah seorang pelukis wanita muda terkenal yang berusia 14 tahun. Ia murid baru di SMP Kartika dan ia mengikuti eskul seni lukis yang bernama Porkis di sekolahnya. Banyak siswa yang mengenali Violet, Violet juga mudah bergaul dengan teman teman barunya. Pada suatu ketika banyak kejadian yang menimpa para siswa SMP Kartika mulai dari seorang siswa bernama Aura yang ditemukan meninggal dunia di sekolah, kemudian seorang siswa yang bernama Putri ditemukan meninggal di rumahnya yang hangus terbakar. Tidak hanya Putri, Akmal yang merupakan siswa kelas 8 mengalami kecelakaan motor ketika melintasi jalan layang. Pada beberapa hari kemudian, teman satu eskul nya Violet, Raihan juga mengalami kecelakaan motor serta penembakan. Tidak hanya itu, Violet menjadi sering mendapatkan bunga mawar hitam yang tidak tahu asal usul pengirimnya. Ia juga sering bertemu sosok-sosok bermata satu. Ia menceritakan kejadian yang ia alami kepada teman teman dekatnya. Violet merasa apa yang ia alami ada kaitan nya dengan kejadian kejadian yang menimpa para temannya. Ia dan teman dekatnya mulai mencari tahu. Ternyata semua ini terjadi bermula dari Violet yang menyimpan kertas merah berisi gambar seorang perempuan bergaun hitam yang ia temukan di ruang eskul seni lukis. Setelah dicari tahu, ternyata seorang perempuan yang digambar itu adalah Yolanda Ramus yaitu penyanyi legendaris asal Inggris yang sangat terkenal. Lagu lagu nya memiliki energi misterius yang membuat penikmatnya masuk ke suasana lagu. Pertengahan tahun 1958 dia menciptakan sebuah lagu yang menuai kontroversi dunia. Lagu yang diberi judul Black Song ini menceritakan depresinya seorang pencipta lagu hingga begitu mencintai bulan purnama. Yolanda sempat menyembah bulan. Ketika purnama, dia membuat ritual khusus meminta apapun yang dia inginkan. Lagu Black Song dikatakan membawa petaka karena siapa saja yang mendengar atau menyanyikannya pada malam hari, akan meninggal secara tragis dan kematiannya tidak dapat dicerna nalar. Mereka yang suka mengotak atik foto atau apapun yang berhubungan dengan Yolanda akan menerima nasib serupa. Ada yang menyebutkan Yolanda adalah reinkarsi dari seorang pengikut iblis pada zaman dahulu. Saat diselediki ternyata Aura meninggal karena ia sempat menyanyikan lagu Yolanda Ramus yang berjudul Black Song. Sama hal dengannya Putri. Dan Tante Lian, yang mendirikan “Rumah Lukis” ( tempat pelatihan khusus untuk mereka yang benar benar berminat melukis ) juga meninggal dunia karena ia sempat melukis gambar Yolanda Ramus. Violet dekat dengan Tante Lian, karena berkat dia, Violet bisa menjadi pelukis yang terkenal. Violet bingung mengapa ia tidak meninggal sedangkan ia juga sempat melukis Yolanda Ramus. Saat dicari tahu, itu semua karena Yolanda Ramus memiliki hubungan darah dengan Violet. Pada akhirnya Violet memutuskan untuk membakar kertas merah yang bergambar Yolanda Ramus dan juga lukisan Yolanda.

Buku ini mempunyai gaya bahasa yang mudah dimengerti pembaca sehingga pembaca merasa nyaman saat menikmati ceritanya serta alur ceritanya pun tidak mudah ditebak.

Sayangnya gambar di dalam buku ini tidak berwarna sehingga kurang memberi kesan menarik.

  • Penutup 

Dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada, novel death song ini sangat cocok bagi para pembaca yang sangat suka dengan novel yang ber genre horror. Gaya bahasa yang sangat mudah dimengerti serta alur cerita nya yang ringan dan tidak mudah ditebak ini akan membuat para pembaca nyaman ketika membacanya.

Comments